Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan sekalian alam. Sekalian alam adalah kepunyaan-Nya. Maha Suci Allah yang menciptakan setiap makhluk yang bertebaran di atas muka bumi ini.

Allah Maha Agung, Maha Kaya, Maha Pemurah, Maha Pengampun, Maha Mengasihani

Sudah hampir 35 hari saya tidak ‘update status’, memberi komen, hatta ‘like’ apa-apa jua komen di laman sosial ini. Beruzlah daripada kehidupan rutin harian yang memerlukan muhasabah kepada penumpuan total di Tanah Haram ini mengabdikan diri kepada Sang Pencipta. Alhamdulillah, sepanjang tempoh itu, ia adalah tempoh ketenangan saya dan Putri Nurizatulshira di tahap yang terbaik yang pernah kami lalui dalam kehidupan ini. Ketika status ini ditulis, bas meluncur laju meninggalkan kota Makkah al-Mukarramah menuju ke kota Madinah al-Munawwarah untuk tempoh 9 hari lagi sebelum kami berangkat pulang ke tanahair, Insha Allah.

Allah, kepadaNya kita memohon perlindungan, kepadanya kita memohon belas simpati, belas ihsan dan memohon keampunan dan rahmat kasih sayangNya yang tidak bertepi

Subhanallah walhamdulillahi wallahu akbar. Lailaha illallah, wallahu Akbar. Sungguh kami tidak menyangka, inilah penutup permusafiran jihad ilmu kami sejak beberapa tahun yang lalu, dan bermulalah ‘chapter’ hidup kami yang baru, yang Allah bukakan jalan untuk kami terokai, bagi melangsungkan aturan hidup kami untuk masa-masa yang mendatang, selagi hayat di kandung badan, selagi mana diizinkanNya. Biiznillah.

Allah memberi ilham kepada kami, menempuh jalan mencari ilmu, mentarbiah diri, melalui segala perit getir dalam hidup yang tidak pernah kami jangka sepanjang tempoh 5 tahun yang lalu. Mencari makna hidup melalui kembara ilmu di tempat orang, diberikan ujian yang bertimpa untuk menguji dan meningkatkan keimanan kami, dan pengakhirannya dijemputNya kami menemui jalan pulang, menjadi tetamuNya di Baitullah bagi menunaikan rukun Islam kami yang terakhir, ibadah Haji.

Dalam merasakan betapa ‘Azimnya Allah Taala, betapa kasihNya kepada kami, terselit rasa malu yang mendalam. Betapa tidak, adakalanya kami terpesong haluan, bertindak mengikut hawa nafsu yang melulu, termakan pujukan syaitan yang dilaknatiNya, tapi kasih dan ampunanNya, SubhanAllah. Sungguh, ia adalah satu perasaan yang tidak dapat dirungkai.

Tiap detik kami di sini, merasai keagunganNya, merasai kemanisan ibadah kepadaNya, merasai kasih sayangNya melalui ibrah-ibrah yang kami kutip sepanjang tempoh keberadaan di sini. Di sini, kami merasakan seolah-olah dilahirkan semula, menemui kembali fitrah yang beberapa belas tahun kami ambil enteng, membugarkan kembali betapa kasihnya kami kepada Rasulullah dan para sahabat, salafussoleh dan para tabi’in yang bertungkus lumus berdakwah membawa obor Islam untuk kita nikmati pada hari ini, Alhamdulillah.

Pasca ibadah haji ini Ya Allah, inilah janji kami

“Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah untukMu, Tuhan Sekalian Alam”

Insha Allah, banyak yang ingin kami kongsikan tentang perjalanan kami di sini, dan bagaimana ia mengubah pandang sisi kami tentang makna hidup. Moga Allah permudahkan urusan kami dan teman-teman sekalian, dan moga ia menjadi manfaat sebagai saham kami di alam barzakh dan di akhirat kelak.

Kepada teman-teman sekalian, jika kalian dijemput Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji, meskipun ketika usia masih muda, bersegeralah dan usah bertangguh. Itulah jemputan daripada Yang Maha Agung. Usai ibadah haji kami, ia adalah majlis graduasi yang lebih istimewa berbanding kejayaan saya menamatkan PhD saya. ‘Ala kulli hal, Alhamdulillah!

 

IMG_1358